Pesta olah raga se-Asia Tenggara, SEA Games XXIX,
berlangsung cukup meriah di Malaysia.
Indonesia mengirimkan sejumlah atlet untuk berlaga di ajang
dwi tahunan ini.
Terlepas dari kontroversi ajang SEA Games 2017, mulai dari
insiden bendera terbalik hingga kepemimpinan wasit, ajang olahraga ini tetap
diminati.
Dan satu hal yang cukup menarik terkait ajang SEA Games 2017
ini adalah rivalitas yang ditujukan oleh tuan rumah Malaysia dan Indonesia.
Di beberapa cabang olahraga, keduanya memang bersaing ketat
dan menunjukkan laga yang sarat gengsi.
Soal suporter Malaysia dan Indonesia juga dikenal cukup fanatik.
Lalu bagaimana sebenarnya hubungan kedua suporter ini?
Nah, baru-baru ini ada sebuah kisah viral di Facebook, yang
memperlihatkan seorang warganet asal Madiun dengan akun Andri Suwarno mencari
tahu sisi menarik suporter tuan rumah.
Aksinya itu mungkin bisa dibilang nekat, bagaimana tidak?
Dia menceritakan kisahnya pura-pura menjadi suporter
Malaysia demi mengetahui hal yang sebenarnya terjadi di antara para pendukung
kala kedua tim bertanding.
Saat Malaysia melawan Timnas Indonesia di babak semifinal
olahraga sepak bola, Andri Suwarno mengaku pura-pura menjadi suporter Malaysia
dengan mengenakan atribut Harimau Malaya.
"Semifinal indonesia vs Malaysia
sengaja saya pakai kustom malaysia supaya bisa masuk... Ke
komunitas.. Ultras Malaya... .biasa kerjaan private detektif adalah mencari
informasi valid sebanyak mungkin dikandang lawan..meski harus siap resiko di
fitnah macam macam... Siap sedia masuk ke semua lini yg diperintahkan...dan
dibutuhkan,"tulisnya sebagai caption foto.
Dia pun mulai menjalankan misinya, berbaur dengan suporter
Timnas Malaysia lainnya.
Hingga kemudian dia menemukan fakta jika kedua suporter
memang cinta damai, tak ada perpecahan sama sekali di stadion.
Andri Suwarno dengan bebas berfoto di antara kerumunan
suporter Malaysia lainnya.
Ia juga mengalungkan sebuah bendera Malaysia, yang
disebutnya sebagai hadiah dari rekannya di Malaysia.
"Ini bendera persahabatan hadiah seorang perwira Navy
seal Angkatan laut Diraja Malaysia....kawan baik saya Beliau yg belikan tiket
dan menyediakan akomodasi ...Indonesia Malaysia negeri serumpun, negeri multi
ethnic yg kompak dan rukun membangun malaysia, saudara seagama, 99% masyarakat
Malaysia adalah = Indonesia , +- 3 juta warga negara Indonesia bekerja mencari
nafkah di Malaysia ,jangan mau di adu domba... Oleh komunis," tulisnya.
Ia juga menggambarkan suasana di stadion kala itu, suporter
Indonesia tak henti-hentinya melantunkan dukungan untuk Timnas Garuda.
Dalam foto lain, ia mengunggah momen kala suporter Malaysia
menanggalkan sejenak atribut mereka untuk melaksanakan salat berjamaah dan
berdoa bersama sebelum laga dimulai.
Hingga akhirnya dia mengunggah foto bagaimana nuansa saat
suporter kedua negara bertemu di luar stadion.
Mereka terlihat rukun tanpa ada perpecahan.
Lalu dia juga mengunggah video saat suporter Timnas Malaysia
melantunkan yel-yel tanpa nada rasisme.
"Alhamdulillah selama pertandingan tdk ada yel yel yg
rasis ...kalau nanti ada video yel yel rasis saya pastikan itu hasil editan dan
hoax..." tulisnya.
Setelah postingan ini dia unggah pada Sabtu (26/8/2017)
lalu, tak disangka kemudian viral dan menuai komentar warganet.
Ada yang memuji kekompakan suporter Malaysia dan Indonesia.
Namun tak sedikit pula yang kontradiktif terhadap apa yang
dilakukan Andri Suwarno.
Andri Suwarno sendiri menegaskan, meski ia menyamar sebagai
suporter lawan tetapi aslinya ia tetap mendukung Indonesia,
"Tapi hati jiwa saya tetap merah putih... Hidup mati
utk ibu pertiwi indonesia
Menanglah team merah putih Jaya lah indonesiaku....Merdeka
!!!,"tulisnya,
Laga semifinal Malaysia vs Indonesia saat itu memang
berlangsung sengit dan menarik.
Timnas asuhan Luis Milla beberapa kali menggempur pertahanan
Malaysia.
Sayang, menjelang peluit babak kedua berakhir, Timnas
Indonesia kebobolan satu gol lewat sundulan N Thanabalan.
Kendati menelan kekalahan dan gagal melaju ke final,
perjuangan Timnas Indonesia tetap mendapatkan apresiasi dari masyarakat,
termasuk suporter tim lawan.




