“Kronologi ono cegatan neng Baleharjo Wonosari. Mbake nekat
njorokke petugas, trus diuyak, 2x nebras lampu merah. Akhire kecekel neng
daerah Selang. Wes dipepet malah nekat nabrak motore polisi. Akhire tibo kabeh,
polisi mental kanan, mbake njegur selokan.
Pak polisi dibawa ke RSUD Wonosari karena luka rada lumayan
di dengkul, mbakke dibawa ke kantor polisi.
Namanya juga ibu-ibu kita juga sebagai pengguna jalan saat
mengedarai kendaraan sering kali bertemu dengan ibu-ibu yang mengedarai dengan
semaunya saja ada yang ditengah jalan sambil pelan ada juga yang di pinggir
pelan terus dan sering kali kita temui lamu sein ke kiri belok kanan begitu
sebaliknya.
Awal mula karna kecurigaan seorang polisi maka polisi
memberikan peringatan untuk memberhentikan kendaraannya, eh bukannya berhenti malah
bablas maju terus tancap gas udah kaya valentino rossi. Petugas yang memberi
peringatan dan juga mencoba memberhentikannya pun mengejar dan mengikuti si ibu
tersebut. Saat diikuti ibu ibu tersebut malah melanggar lagi lalu lintas
nerobos lampu merah.
Setelah kejar kejaran tersebut udah kaya film fast and
forious versi matic polisi berhasil memepet ibu tersebut dan bukannya berhenti
atau mengurangi kecepatan si ibu itu sengaja malah menabrakan dirinya ke polisi
yang berhasil memepet untuk tujuan memberhentikan dan alhasil jatoh dan polisi
mendapat luka luka meskipun ga berat ya tapi kan sakit.
Namun untungnya ibu itu bersedia bertanggung jawab atas
perbuatannya dan menanggung biaya pengobatan pak polisi yang barusan si ibu
tabrak. Tapi nasi sudah menjadi bubur sakit tetep ga ilang luka didapat lagi
bertugas eh malah masuk rumah sakit.
Nah, buat kalian yang belum punya surat izin mengemudi
mendingan jangan dulu ke jalan raya atau lebih baik jangan dulu mengendarai
kendaraan agar terhindar dari razia polisi takutnya bukan berhenti malah tancap
gas karna memang belum lengkap surat-suratnya.
Bisa kita petik dari kejadian ini bahwa ibu-ibu bukan hanya
benar saja tapi juga raja sesungguuhnya di jalanan.

EmoticonEmoticon