Jasriadi, pendiri
yang juga Ketua Sindikat , sesungguhnya adalah seorang wirausaha sebelum
berurusan dengan internet. Pria 33 tahun asal Pekanbaru, Riau itu memiliki
usaha rental mobil dan les privat sebelum terlibat dalam sebuah sindikat
penyedia jasa ujaran kebencian bernama , dimana ia menjadi ketuanya.
Pada 7 Agustus
lalu, Jasriadi ditangkap polisi bersama
dua pelaku lainnya yaitu Faizal Muhammad Tonong (ketua bidang media informasi),
dan Sri Rahayu Ningsih (koordinator grup Saracen di wilayah).
Kepada Tempo,
Jasriadi mengatakan kelompok ini mulai terbentuk pada 2015, saat diadakan silaturahmi
akbar di satu masjid di Jakarta Utara soal memilih pemimpin. "Ketika itu
ada kawan yang minta agar Saracennews menjadi media Saracen untuk
kampanye," kata dia. Berikut ini petikan wawancara Tempo dengan Jasriadi
pada Kamis lalu di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Bisa Anda
ceritakan soal Saracen dan akun bajakan itu?
Dulu saat pilpres
2014 banyak akun Facebook yang menghina Islam dan Pak Prabowo. Kami simpatisan
Pak Prabowo. Saya membajak akun yang sudah kelewatan menyerang Islam dan Pak
Prabowo. Kan banyak grup diskusi seperti itu, nanti saya akan alih. Lalu saya
ganti namanya menjadi Allah Maha Besar atau Saracen. Akun-akun pribadi yang
menyerang juga saya ambil. Banyak juga akun dari Thailand karena sering
menyebar video porno.
Apakah Anda
anggota tim sukses calon presiden?
Bukan. Saya hanya
simpatisan. Boleh kan kalau mendukung? Itu hak saya mendukung siapa.
(Ketua DPP
Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan Prabowo Subianto memiliki banyak fan dari
berbagai kalangan. Apa yang dilakukan Saracen tidak sesuai dengan visi dan aksi
Prabowo. Dia juga membantah kerja kelompok ini atas arahan Prabowo.)
Untuk kampanye
seperti apa Saracen dibentuk?
Ya untuk buat
berita. Saya buat Saracennews sekitar 2015 atau 2016 itu lupa untuk portal
berita. Saya juga sedikit-sedikit belajar tentang jurnalistik. Pada awal
pendirian, saya mengutip berita dari mana-mana, seperti Liputan 6 atau Kompas dan
Republika juga. Rencananya akan rekrut wartawan dulu. Tapi belum kesampaian.
Ada nama Eggi
Sudjana dan Ampi Tanudjiwa, kalian berhubungan?
Tidak pernah,
saya lupa siapa yang mengusulkan nama mereka masuk. Pokoknya ada yang minta
nama mereka masuk. Jadi masuk. Tapi tidak pernah kita bertemu. (Eggi Sudjana
telah membantah terlibat Saracen).
Untuk , dari mana
Anda belajar membajak Facebook?
Saya otodidak
saja, belajar dari buku dan forum-forum di Internet.

EmoticonEmoticon